Hypnosis / hypnotherapy is an old knowledge, but now is being revived with new technics and new modalities. Many studies have shown that hypnotherapy has a lot of potentials. And these potentials are applicable to be used in modern medical practice.
Hypnotherapy has been used with great success in many occassion, e.g: behaviour modification, weight reduction and obesity treatment (hypno-slimming), stop smoking, management of pain, prevention of drug abuse, and many others.
There have been many trainings / courses in hypnosis and hypnotherapy conducted in Indonesia. A great many of them however, did not give satisfactory results. At the end of their trainings, most of the participants were still unable to use their new aquired knowledge and skill in their clinical practices.
PERKAPI and PDGKI are aware of this problem and therefore plan to conduct a special ”Workshop on Hypnotherapy and Hypnoslimming” with the emphasis much more in training in technical skill. This means that at the end of the ”two days workshop”, all participants have to be able to master their new aquired technical skill, and can easily apply this new skill in their own medical practices and / or clinics.
Venue : Department of Nutrition, Faculty of Medicine, University of Indonesia Jl. Salemba 4, Jakarta Pusat Target : 30 participants Training Fee : Rp 1,500,000.- SKP IDI Included!!
FURTHER INFORMATION: PERKAPI Secretariat, Menara Kuningan 2nd floor, Jl Rasuna Said Kav 5 , Jakarta 12940 Phone: 021-32825659 Email: danty_izwar@yahoo.com Bank BCA a/n : Waluyo S Soerjodibroto Dr Acc No : 092-300-002-7
Berbekal undangan dari Citi Bank, berangkatlah saya menuju Kelapa Gading Mal. Tujuannya untuk menghadiri talkshow "Better Back, Better Body" yang diselenggarakan oleh AIBI yang sedang mempromosikan AIBI Teeter Hang Ups Inversion Table.
Suatu kerjasama yang saling menguntungkan ditunjukkan oleh penerbit kartu kredit dan AIBI. Sebagai penerbit kartu, tentu pihak Citi Bank memiliki data customer yang potensial (ehm....), termasuk mereka-mereka yang bertempat tinggal di sekitaran Kelapa Gading.
Pihak AIBI sendiri pun, tidak perlu bersusah payah lagi beriklan pada pelbagai media konvensional yang belum tentu cakupan area-nya sesempit yang diinginkannya tersebut.
Tidak heran, acara tersebut berlangsung sukses yang bisa dilihat dengan terisi sekitar 90% dari kursi yang disediakan. Tentu ada hal yang mesti diberikan kepada para pengunjung sebagai apresiasi atas kehadirannya, meluangkan sedikit waktu. Saya membawa pulang AIBI Pedometer seharga Rp. 300.000 (katanya) dan beberapa majalah serta DVD.
Achieve a better back, better body with AIBI Teeter Hang Ups Acara tunggal pada sore hari itu adalah mengenai AIBI Teeter Hang Ups. Pembicaranya didatangkan langsung dari Inggris, seorang chiropractic, Ms Simone Maria Elise Josine. Bagi yang belum mengenal apa itu chiropractic, berikut saya kutip dari kamu internet Wikipedia: Chiropractic is a health care discipline and profession that emphasizes diagnosis, treatment and prevention of mechanical disorders of the musculoskeletal system, especially the spine, under the hypothesis that these disorders affect general health via the nervous system. Selengkapnya bisa mengakses wikipedia di: http://en.wikipedia.org/wiki/Chiropractic
Acara dimulai dengan pengenalan tulang belakang, seluk beluk persendian, diskus termasuk hal-hal apa saja yang bisa mempengaruhi kesehatan tulang belakang kita, seperti pekerjaan kita sehari-hari, lebih banyak duduk di depan komputer (wah... kena lagi dech). Alat ini pun sebenarnya hanya meneruskan tradisi membalikkan badan seperti yang pernah dilakukan oleh nenek kakek moyang kita sejak jaman dahulu kala.
Menurut Simone, ribuan orang yang telah membalikkan badan (posisi badan terbalik) secara teratur dapat menghilangkan sakit punggung yang selama ini didambakan. Sama pentingnya, mereka merasakan efek-efek peremajaan tubuh dari aktifitas membalikkan badan, sisi lain juga bemanfaat bagi kesehatan tubuh selain menghilangkan nyeri punggung.
Manfaat-manfaat yang bisa diperoleh:
menghilangkan nyeri punggung (low back pain)
mengurangi stress (katanya, tidur pada meja inversi tersebut bisa memperoleh keadaan yang rileks/nyaman)
merangsang peredaran darah
meningkatkan aliran getah bening guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh
meningkatkan aliran oksigen ke otak
peregangan tubuh (stretching)
memperbaiki kesalahan susunan pada kerangka tulang
mengurangi nyeri otot
meningkatkan keseimbangan dan orientasi latihan
Pengalaman pribadi Penasaran dengan "teori" tersebut, saya memberanikan diri untuk membalikkan badan. Sebagai seorang pemula, untuk memulai proses ini harus dilakukan selambat mungkin. kita tiduran dan pelan-pelan salah satu tangan kita diangkat ke atas, sehingga meja/tempat tidur itu dengan sendirinya mulai terbalik (tadinya saya pikir, proses ini menggunakan tenaga listrik, ternyata hanya menggunakan kedua tangan kita!!). Setelah satu tangan sudah ke atas (atau ke bawah?, bingung juga dunia sudah terbalik-balik), maka diikuti -masih secara perlahan- dengan tangan satunya lagi. Wuihhh, makin terbalik dunia ini. Awalnya sebagai pemula, saya tidak diijinkan untuk terbalik penuh (90 derajat), hanya maksimal 60 derajat.
Pada sudut 60 derajat tersebut, alat tersebut dikunci, sehingga sekitar 5 menitan saya merasakan aliran darah mengalir melalui leher. Kepala dan leher serta bahu pelan-pelan terasa hangat. Suatu perasaan yang nyaman yang kalau -untung logika-nya masih jalan- tidak menyadari lagi ditonton banyak orang, saya sudah tidur deh.
Sayangnnya tidak bisa lama-lama karena sudah ditungguin para peserta lainnya.
Bagi mereka yang ingin mencoba bisa mengunjungi Mal Kelapa Gading 2, Atrium SOGO Lantai Dasar atau kunjungi gerai AIBI yang ada di mal-mal.
Sudah lama map Kalgen tergeletak begitu saja di meja kerja saya (untung belum saatnya inspeksi 5R). Bahwa saat ini telah beroperasi suatu laboratorium yang canggih, sudah saya tahu, tapi apa sebenarnya yang diperiksa pada laboratorium tersebut hingga saat itu masih samar-samar. Ada hubungan dengan kanker atau apalah gitu.
Hingga kemarin, Pak Ferry datang bertamu. "Pemeriksaan laboratorium Kalgen canggih lho!", kata Pak Ferry. "Iya, saya tahu. Tapi apanya yang canggih?", tanya saya mulai tertarik.
Perbincangan saya dan Pak Ferry kemudian terus berlanjut. Yang baru saya tahu (yang membuat saya ingin membagi info ini kepada teman-teman semuanya), bahwa pemeriksaan ini termasuk yang pertama di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Kenapa demikian? Karena masih menurut Pak Ferry, sudah ada dokter-dokter / rumah sakit / klinik dari luar negeri yang menyatakan keinginannya memeriksakan spesimennya di Kalgen, saat mengetahui bahwa jasa pelayanan pemeriksaan genomic ini sudah dimungkinkan.
Pengobatan kanker yang dinyamankan Banyak dari kita mungkin sudah pernah mendengar ada pasien kanker (sebut saja kanker otak, usus besar, anus, paru dan payudara) pada stadium/tahap tertentu) yang meskipun sudah di kemo terapi sedemikian menderita, namun ternyata hasilnya tidak menggembirakan juga. Artinya berbeda dengan pasien lain yang menderita kanker sejenis, ternyata pada pasien yang malang tersebut, kesembuhan belum juga diperoleh. Padahal obat yang diberikan tergolong obat mahal.
Ternyata, semakin diteliti saat kini para ahli mengetahui bahwa meskipun organ/sel/jaringan yang diserang adalah sama, dalam kenyataannya ada juga sel-sel kanker-nya sudah pinter dan bisa beradaptasi dengan obat-obat kanker tersebut.
Nah...kuncinya di sini. Pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium Kalgen tersebut adalah pemeriksaan untuk melihat jenis sel kanker yang mana (dalam tingkat gen) yang diderita pasien tersebut sehingga dokter bisa memberikan obat dengan tepat.
Demikian sedikit informasi, mudah-mudahan dengan informasi ini bisa memberi manfaat kepada kita semua, khususnya bagi mereka yang memiliki saudara, teman yang saat ini sedang merencanakan melakukan terapi kanker.
Jika ada info lebih lanjut, akan saya tulis kembali.
Penutup Dengan demikian pasien-pasien kanker Indonesia, tidak perlu takut lagi akan pengobatan kemoterapi. Mudah-mudahan kita semua bisa meniru semangat Ibu Rima Melati yang didukung sepenuhnya tentu oleh keluarga dan orang-orang yang mencintai di sekitar kita.
Di samping itu, kita patut berbangga dan percaya atau tidak, bisa saja terjadi, saat kita berobat di luar negeri, dokternya dari Indonesia, pemeriksaannya dikirim ke Indonesia, hanya service-nya yang kita terima dari rumah sakit luar negeri tersebut.
As I predicted, eventually instant messaging original from Nokia also present. Before that, we had to use Instant Messaging from other party, such as yahoo messenger, for example. But this time has come Ovi Contact, which is a software that allows you to real time chat with fellow owners Ovi account.
Unlike new models of Nokia mobile-phone, my Nokia E90, I could not operate the IM feature as soon as possible in my Nokia E90. Once we click on Ovi address (from mobile phone, http://contacts.ovi.com/dist/app), it will open the page with instructions like this:
Ovi ContactsKeep in touch with your friends, chat, share your presence and location and easily follow what your friends are up to. You can even chat with friends who use Google Talk (TM).
Unfortunately your device is not supported.
Find out about features, and read more about Ovi Contacts from the service website.
Solution To install a mobile client Ovi Contact (SIS, 413KB), we need to install support files (SIS, 942 KB).
Here are the steps I have done so already to make contact with the owners of other OVI account.
Download via PC 1. Download support files (required!) (SIS, 942 KB) 2. Download Ovi Contacts mobile client (SIS, 413 KB)
Install the support files first, followed by the mobile client, using the Application Installer in Nokia PC Suite, and then restart your device.
To start using Ovi Contacts, you need a Nokia Account. Open the application and sign in, or follow the steps to create an account.
Ovi Contacts, instant messaging dari Nokia
Seperti yang sudah saya perkirakan, akhirnya hadir juga instant messaging asli Nokia. Selama ini, memang kita mesti menggunakan Instant Messaging pihak lain, seperti yahoo messenger, misalnya. Namun saat ini telah hadir Ovi Contact, yaitu suatu software yang memungkinkan kita chatting real time dengan sesama pemilik account Ovi.
Berbeda dengan handphone-handphone Nokia model terbaru (keluaran tahun 2009), ternyata di Nokia E90 milik saya, kita tidak bisa serta merta bisa merasakan feature IM tersebut. Begitu alamat Ovi kita klik (dari HP, http://contacts.ovi.com/dist/app), maka akan terbuka halaman dengan petunjuk seperti ini:
Ovi Contacts
Keep in touch with your friends -chat, share your presence and location and easily follow what your friends are up to. You can even chat with friends who use Google Talk (TM).
Unfortunately your device is not supported.
Find out about features, and read more about Ovi Contacts from the service website.
Untuk meng-install Ovi Contact mobile client (SIS, 413KB), kita perlu meng-install support file (SIS, 942 KB).
Berikut langkah-langkah yang sudah saya lakukan sehingga sudah bisa melakukan kontak dengan para pemilik account OVI lainnya.
Download via PC 1. Download file support sebesar 942 KB ini, 2. Download Ovi Contacts mobile client (SIS, 413 KB),
Pertama-tama, install file support tersebut pada HP Anda menggunakan Nokia PC Suite, setelah proses instalasi selesai, restart HP Anda. Berikutnya dengan cara yang sama (menggunakan Nokia PC Suite), install-lah Ovi Contact mobile client.
Untuk mengawali pemanfaatan Ovi Contact, lakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk memperoleh account Ovi,
[versi Bahasa di bawah] Like it or not, most doctors as 'fresh graduate' (can be called that) will try to seek additional knowledge. Unfortunately not all doctors who graduated or completed work in remote area could be fortunate to have the opportunity through education specialist. Therefore studied the anti-aging medicine is a field of interest "young doctors". Moreover, the learning process is very flexible and can be learned by anyone.
"Many medical doctors are excited to study Anti-Aging Medicine (AAM) in an academic comprehensive curriculum. They want to be a real professional, not only become a vocational. On the other side, unfortunately, there also many medical doctors who do not understand the scientific concepts of Anti-Aging Medicine. They do not understand that as a part of medical field, Anti-Aging Medicine is also an evidenced-base medicine", said Prof. Wimpie Pangkahila, when opening the 8th Asia Pacific Conference & EXPO on Anti-Aging & Regenerative Medicine at the Hotel Borobudur Jakarta, 22 to 24 October 2009.
The event, held in conjunction with the 5th Conference on Indonesia A4M Anti-Aging & Regenerative Biotechnology experts present Anti Aging world, regional and local levels such as: Robert Goldman (Chairman of the Board, The American Academy of Anti-Aging Medicine / A4M), Michael Klentze (Secretary General European Society of Anti-Aging & Regenerative Medicine / ESAAM), Claus Muss, Xanya Sofra-Weiss, Anjan Kumar Das, Koosnady Saputra, Cape Subrata, Abraham Arimuko, Agus Budi Santoso and Sandra Ferry.
My message, if the doctors are interested in studying Anti Aging Medicine, first examine the material / curriculum is taught and investigate the origins of such education.
Good luck.
Alternatif pendidikan dokter fresh graduate, Anti Aging Medicine
Mau tidak mau, sebagian besar dokter saat 'fresh graduate' (bisa dikatakan demikian) akan berusaha untuk mencari ilmu tambahan. Sayangnya tidak semua dokter baru lulus ataupun yang telah selesai menempuh masa kerja bakti di daerah bisa beruntung memperoleh kesempatan menempuh pendidikan spesialis. Meskipun pemerintah selalu mengatakan bahwa kebutuhan dokter spesialis masih banyak di Indonesia, namun sehubungan dengan tempat mencetak spesialis masih relatif kurang, jadilah produksinya tidak bisa mengejar.
Oleh karenanya mempelajari anti aging medicine merupakan bidang yang menarik minat "dokter-dokter muda". Apalagi proses belajarnya sangatlah flexible dan bisa dipelajari oleh siapa saja.
"Banyak dokter mempunyai kesungguhan untuk mempelajari Anti-Aging Medicine (AAM) sebagai kurikulum menyeluruh secara akademis. Mereka ingin menjadi profesional sejati, tidak hanya mempelajari sebagai salah satu pelajaran kejuruan (vocational). Di sisi yang lain, sayangnya, banyak dokter yang tidak memahami konsep-konsep ilmiah dari Anti-Aging Medicene. Mereka belum mengerti bahwa sebagai bagian dari ilmu kedokteran, preparat-preparat dalam Anti-Aging Medicine juga harus bisa dibuktikan secara evidence based standar ilmu kedokteran". Demikian dipaparkan oleh Prof Wimpie Pangkahila, saat membuka The 8th Asia Pacific Conference & EXPO on Anti-Aging & Regenerative Medicine di Hotel Borobudur Jakarta, 22 - 24 Oktober 2009.
(dalam foto dari kiri ke kanan, tampak Prof Robert Goldman, Prof Wimpie Pangkahila dan saya)
Acara yang diselenggarakan bersama dengan The 5th A4M Indonesia Conference on Anti-Aging & Regenerative Biotechnology menghadirkan pakar-pakar Anti Aging dunia, regional dan lokal seperti: Robert Goldman (Chairman of the Board, The American Academy of Anti-Aging Medicine / A4M), Michael Klentze (Secretary General European Society of Anti-Aging & Regenerative Medicine / ESAAM), Claus Muss, Xanya Sofra-Weiss, Anjan Kumar Das, Koosnady Saputra, Tanjung Subrata, Abraham Arimuko, Agus Budi Santoso dan Ferry Sandra.
Pesan saya, jika para dokter tertarik mempelajari Anti Aging Medicine, telitilah terlebih dahulu materi/kurikulum yang diajarkan dan selidikilah asal-usul pendidikan tersebut.
The research team led by David Geffen School of Medicine, UCLA has successfully developed "Wearable Artificial Kidney" who can work 24 hours a day, seven days a week. Mini dialysis who weighs 4.5 kg is used as a belt. The energy this machine is fed from the 9-volt battery. Of course during dialysis patients may be normal activity, walking, sleeping, eating, etc..More recent discoveries are expected from this instrument, so that the smaller the size, so that increasingly smaller in size.
Alat dialisis mini yang masih perlu lebih dikecilkan ukurannya
Tim peneliti yang dipimpin oleh David Geffen School of Medicine, UCLA telah berhasil mengembangkan "Wearable Artificial Kidney" untuk dialisis ginjal yang dapat bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Alat dialisis mini yang memiliki berat 4,5 kg ini, digunakan seperti ikat pinggang. Sumber daya dari mesin ini berasal dari baterei 9 volt. Tentu selama melakukan dialisis pasien bisa beraktifitas seperti biasa, berjalan, tidur, makan, dll.
Ditunggu penemuan lebih mutakhir dari alat ini, sehingga semakin hari semakin kecil ukurannya.
(dari 2 foto di atas, kita bisa melihat bagaimana konsep ilmuwan dan marketing) :-)
Berikut skema alatnya, siapa tahu ada pihak Indonesia yang tertarik untuk mengembangkannya.
[Bahasa Indonesia di bawah] Who are your customers? How you behave towards your customers? Two questions that inspired Kalbe Farma to implement Customer Day. The event is a unique concept which has huge benefits both for customers and managers involved in it.In connection with the anniversary and 64th Republic Indonesia (RI) and 43th Kalbe, then on this day, October 7, 2009, some managers (and directors) Kalbe Farma visiting hospitals and dispensaries. Uniquely, the participants not only come from the marketing department but also from other department such as medical, financial, IT and even from the factory. They mingle to form a team consisting of 4 - 5 persons.Arriving at the healthcare institutions that have been determined, the team met with the leaders and hospital staff.Many entries are obtained by the team which will be discussed together in order to make services better.For non-marketing manager, this could be an interesting experience where they can find out what exactly has been done by their own marketing company.Expected to happen in the future, alignment for all parties.
Siapakah pelanggan Anda? Bagaimana Anda bersikap terhadap pelanggan Anda? Dua pertanyaan di atas yang menginspirasi Kalbe Farma untuk melaksanakan Customer Day. Acara yang dengan konsep yang unik ini memiliki manfaat besar baik bagi pelanggan maupun manager yang terlibat di dalamnya.
Sehubungan dengan Ulang Tahun ke-64 RI dan ke-43 Kalbe, maka pada hari ini, 7 Oktober 2009, sebagian manager (dan direktur) Kalbe Farma berkunjung ke rumah-rumah sakit dan apotik. Uniknya, para peserta tidak hanya berasal dari departemen marketing saja namun juga dari departeman lain seperti medical, keuangan, IT bahkan dari pabrik. Mereka berbaur membentuk satu team yang terdiri dari 4 - 5 orang.
Sesampainya di institusi pelayanan yang telah ditentukan, tim tersebut bertemu dengan pimpinan dan staf rumah sakit.
Banyak masukan yang diperoleh oleh tim tersebut yang nantinya bisa didiskusikan bersama guna bisa melakukan pelayanan yang lebih baik lagi. Bagi manager non marketing, hal ini bisa menjadi suatu pengalaman yang menarik dimana mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang selama ini dilakukan oleh marketing perusahaan mereka sendiri.
Diharapkan ke depan bisa terjadi penyelarasan bagi semua pihak.
I'm a medical doctor who believed that Information had the very strong influence. With the Motto "doctorize the internet and internetize the doctors", I with my colleagues who had the same idea, co-work together to utilization the internet by and for the health in Indonesia. At this time my work was introduced to the community would the benefit of the internet (doctorizes the internet) as well as introduced to the doctor also (internetizes the doctor). You (if has the same idea too) could reach me by e-mail: erik.tapan@gmail.com